Heidegger dalam Sejarah Filsafat Modern: Analisis atas Pergeserannya dari Ontologi Fundamentalis ke Pemikiran Bahasa
Martin Heidegger adalah salah satu filsuf paling berpengaruh pada abad ke-20 dan awal abad ke-21. Meskipun sering disebut sebagai eksistensialis, ia sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai seorang fenomenolog yang memakai metode fenomenologi untuk mempertanyakan kembali makna “ada” (being) secara radikal. Hampir seluruh filsafatnya berputar pada satu pertanyaan besar: apa arti Ada itu sendiri?—pertanyaan yang sudah memikat dirinya sejak masa SMA, ketika ia membaca disertasi Franz Brentano tentang bermacam-macam makna “ada” dalam pemikiran Aristoteles. Momen itulah yang kemudian membentuk arah seluruh perjalanan intelektualnya. Heidegger lahir pada tahun 1889 dan meninggal pada tahun 1976, di kota yang sama: Messkirch. Masa kuliahnya dimulai dari teologi, meski hanya bertahan beberapa semester sebelum ia pindah ke filsafat di Universitas Freiburg. Di sana ia menyelesaikan disertasinya tentang filsuf abad pertengahan Duns Scotus. Tahun 1916, Edmund Husserl—pendiri fenomenologi—mengajar d...