Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2011

Filsafat Budaya 1

Gambar
Budaya Tanpa Akar: Mencari Makna di Era Global Dalam dunia yang terus berubah dan serba cepat ini, kebudayaan tak lagi berdiri kokoh di atas nilai-nilai yang terbentuk secara alami dari dalam masyarakat. Sebaliknya, budaya kini makin ditentukan oleh arus luar: media, pasar global, dan citra-citra yang dikonstruksi imaji. Nilai-nilai tradisional perlahan kehilangan daya cengkeramnya, tergantikan oleh kebiasaan pragmatis yang seringkali tidak berakar pada kesadaran kolektif. Identitas menjadi cair, kebudayaan menjadi komoditas, dan moralitas pun bisa dinegosiasikan demi strategi hidup. Dalam kondisi seperti ini, kita diajak merenung: apakah kebudayaan masih mampu menjadi penopang makna dan keutuhan manusia? Atau justru kita telah kehilangan arah dalam arus global yang terus mengikis akar, memburamkan batas, dan menggoda kita untuk melepas semua yang tak terukur dan tak terdefinisi secara modern? Pertanyaan inilah yang menjadi inti keresahan zaman—tentang siapa kita sebenarnya, dan ke man...

Saat Kematian Jadi Tabu: Apakah Kita Benar-Benar Masih Hidup? - Bambang I. Sugiharto

Gambar
  Kuliah ini menyingkap kematian sebagai dimensi yang jauh melampaui sekadar akhir biologis. Ia adalah cermin yang dalam—merefleksikan budaya, moralitas, sains, dan spiritualitas yang membentuk manusia modern. Dari budaya pramodern yang merayakan kematian sebagai bagian integral dari kehidupan, hingga masyarakat modern yang menyingkirkan kematian ke ruang privat dan birokratis, terlihat jelas adanya pergeseran makna yang radikal. Diskusi mencakup pendekatan filsafat eksistensial Heidegger dan Sartre, refleksi mistik dalam sufisme dan spiritualitas Timur, serta ketegangan dalam dunia medis antara etika, efisiensi, dan martabat manusia. Bahkan psikoanalisis Freud dan kritik sosial Baudrillard digunakan untuk menelusuri bagaimana tanatos—dorongan menuju kematian—beroperasi diam-diam dalam masyarakat yang tampaknya mencintai kehidupan, tetapi justru digerakkan oleh mekanisme penghindaran terhadap akhir yang tak terelakkan. Namun di tengah penyingkiran kematian dari ruang sosial moder...

Pengantar Filsafat Kebudayaan - Bambang I. Sugiharto

Gambar
Rekaman Kuliah Tahun 2011 Fakultas Filsafat - Universitas Parahyangan Bandung. Pemateri: Bapak Bambang I. Sugiharto. Membongkar Kebudayaan: Dari Jiwa yang Terkungkung hingga Kesadaran yang Dikuasai Kuliah ini menyajikan peta awal pemikiran kebudayaan dari berbagai sudut: moralitas, struktur sosial, psikoanalisis, hingga kritik ideologi. Pa Bambang memfokuskan pembahasan pada tokoh-tokoh penting—Matthew Arnold, Talcott Parsons, Sigmund Freud, Jacques Lacan, Karl Marx, dan Sekolah Frankfurt—yang mewakili spektrum pendekatan dalam memahami kebudayaan. Arnold memandang kebudayaan sebagai pertumbuhan jiwa yang membebaskan, melampaui norma luar dan banalitas masyarakat modern. Parsons melihat budaya sebagai sistem nilai yang menjaga keteraturan sosial, namun cenderung menekan perbedaan. Freud menempatkan kebudayaan sebagai hasil represi naluri manusia, menciptakan ketegangan batin. Lacan memperdalamnya dengan membaca budaya sebagai struktur simbolik yang menciptakan hasrat tak terpen...