FILSAFAT BUDAYA
Kuliah ini membahas tentang bagaimana kebudayaan di era global kian kehilangan pijakan alaminya. Nilai-nilai tradisional yang dulu lahir dari kesadaran kolektif perlahan digantikan oleh arus luar—media, pasar, dan citra yang dibentuk imaji. Identitas menjadi cair, moralitas bisa dinegosiasikan, dan budaya tak lagi sekadar warisan, melainkan komoditas. Namun di tengah arus perubahan yang deras, muncul pertanyaan: apakah kebudayaan masih mampu menjadi penopang makna hidup manusia, atau justru kita tersesat dalam derasnya globalisasi yang mengikis akar dan memburamkan arah? Lebih jauh, Pa Bambang mengajak kita merenungi tarik-ulur antara pelestarian dan kebebasan, antara akar dan sayap. Budaya tidak semestinya menjadi beban atau sekadar peninggalan museum, melainkan jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan. Ia bernilai ketika membuka ruang bagi pilihan, bukan menutupinya. Di sinilah letak keindahan gagasannya: manusia yang matang bukanlah yang hanya tunduk pada warisan atau l...