Membaca Derrida: Dekonstruksi di Tengah Krisis Filsafat Modern
Derrida sangat identik dengan istilah dekonstruksi , sebuah istilah yang sering disalahpahami. Banyak orang mengira dekonstruksi berarti destruksi—merusak. Padahal tidak sesederhana itu. Dekonstruksi muncul dari problem besar dalam filsafat abad ke-20, terutama setelah fenomenologi Husserl dan kritik metafisika Heidegger. Keduanya adalah pemikir yang rumit dan tidak mudah dibaca. Karena itu pula, Derrida yang banyak mengulas mereka juga sulit dibaca. Kesulitan mempelajari Derrida ada dua. Pertama, ia mengandalkan banyak bacaan lain—Saussure, Rousseau, Husserl, Heidegger—yang perlu dipahami bersamaan. Kedua, gaya membaca Derrida tidak sekadar mendeskripsikan; ia membaca dengan cara yang sangat politis, subversif, dan kritis, sampai menyingkap retakan-retakan dalam teks yang ia baca. Itulah yang disebut dekonstruksi. Derrida hadir pada momen ketika filsafat mengalami krisis besar. Modernitas selama berabad-abad dibangun di atas keyakinan absolut: rasionalisme Descartes, idealisme H...