Kerangka Besar Pemikiran Hegel dan Relevansinya bagi Filsafat Kebudayaan
Georg Wilhelm Friedrich Hegel sering diposisikan sebagai puncak tradisi idealisme Jerman, seorang pemikir yang membangun sistem filsafat raksasa dengan ambisi menjelaskan seluruh realitas dalam satu kerangka rasional yang koheren. Tidak banyak filsuf yang berani mengonstruksi sistem setotal itu, dan lebih sedikit lagi yang berpengaruh sedalam dirinya. Latar belakang Hegel sebagai mahasiswa teologi di Tübingen sangat menentukan, sebab fondasi pemikirannya tidak mungkin dilepaskan dari horizon teologis: konsep tentang Tuhan, Roh, penciptaan, dan sejarah keselamatan membayang kuat di balik struktur logis dan metafisiknya. Namun, alih-alih menyajikan teologi konvensional, Hegel membentuk suatu filsafat yang secara berani menafsirkan dunia—termasuk seni, hukum, agama, dan kebudayaan—sebagai momen-momen dalam proses Roh Absolut mengenali hakikatnya sendiri. 1. Premis Dasar: Realitas sebagai Proses Kesadaran Diri Poin mula sistem Hegel adalah gagasan bahwa kenyataan bukanlah sesuatu yan...